Waspadai Angin Semilir

0
403

Idnewspaper.com GERINDRA, partai besar. Partai gagah dan pemberani layaknya burung Garuda. Partai yang selalu santun menyuarakan konsep-konsep politiknya
demi kemaslahatan rakyat dan kemajuan bumi Nusantara.

Meski usianya baru menginjak sembilan tahun, namun mampu berdiri tegak dalam penegakkan demokrasi. Pun begitu,
dalam kiprahnya menciptakan pembangunan berkeadilan, Gerindra selalu tampil di posisi garda terdepan. Bidikkannya hanya satu
yaitu berusaha mensejahterakan rakyat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sejumlah prestasi pun diraih dengan gemilang. Seperti dikatakan, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, pada pilkada
tempo hari, Gerindra unggul di 45 kabupaten/ kota plus tiga provinsi penyelenggara pilkada. Bahkan, khusus pemilihan gubernur 2017,
dari tujuh daerah yang menyelenggarakan, kader Gerindra menang di tiga daerah. “Ini sebuah prestasi. Mudah-mudahan Gerindra juga menang dalam Pilgub DKI Jakarta,” ujar Prabowo seraya menambahkan, pada pilkada serentak 2015, Gerindra menang pada 45 persen daerah penyelenggara. Tahun ini (2017) naik menjadi 50 persen.

“Sedangkan pilgub 2015, Gerindra menang pada 70 persen daerah,” ujarnya.

Meski prestasi dan kedewasaan berpolitik sudah dapat diraih, namun sejatinya semua pihak, termasuk para kader di
daerah tidak lantas terlena. Kerikil-kerikil tajam masih akan terus kita hadapi.

Halangan dan gangguan, tak ubahnya sebuah badai yang sewaktu-waktu akan menerpa
sayap garuda, lambang Gerindra.

Angin besar sungguh berbahaya. Namun, jangan anggap enteng angin kecil yang datang meski
semilir. Angin kecil sama bahayanya dengan angin besar. Bahkan badai sekalipun.

Seperti pepatah dari sebuah anekdot. Ada seekor monyet yang bergelantungan
di sebuah pohon. Ia ternyata tidak takut dengan angin badai, sebab ia selalu memegang erat-erat pada pohon itu. Namun,
ketika datang angin semilir, ia malah asyik menikmatinya hingga ketiduran, lalu jatuh ke
tanah.

Begitupun dengan Gerindra. Sebagai partai yang mengklaim berada di posisi di luar pemerintahan, sudah tentu banyak
batu sandungan yang kerap harus dihadapi dan diwaspadai. Kuncinya adalah kebersamaan dan kekompakkan jajaran pengurus, kader dan simpatisan Gerindra.

Leave a Reply