Wardah Cari Konsumen Baru Lewat Dewi Sandra

0
828

Harianjogja.com, JOGJA — Wardah sebagai salah satu brand kosmetik di Indonesia memiliki strategi khusus untuk meningkatkan jumlah konsumen. Strategi tersebut yakni dengan melibatkan fans dari brand ambassador Wardah, salah satunya Dewi Sandra.

Seperti yang dilakukan Warda pada Minggu (22/5/2016), Wardah yang bekerja sama dengan Dewi Sandra Management mengundang para fans untuk datang ke Ling-Lung Cafe, Sleman.

Bisnis Development Wardah Distribution Center Jogja Dina Nilam Wulandari mengatakan, acara Temu Dewi Sandra tersebut diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Dewi Sandra ke-36 yang jatuh pada 3 April lalu. Selain temu fans, acara juga dilengkapi dengan kegiatan sosial di panti asuhan.

“Kita konsep semacam fans gathering sehingga pertemuannya lebih intim. Nah, keuntungannya akan terjadi awaraness antara fans dengan Wardah. Kita bentuk customer baru dalam acara ini,” kata Dina, Minggu.

Menurutnya strategi pemasaran seperti ini akan lebih efektif menjaring konsumen baru dibandingkan hanya dengan promosi-promosi atau pameran karena pada saat fans gathering, mereka juga akan dikenalkan dengan produk-produk Wardah.

Dalam kegiatan ini, selain menyumbang dana, Dewi Sandra juga akan memberi bantuan berupa buku tulis kepada panti Asuhan Yatim Putri Islam di Jl. Pramuka. Ratusan buku tersebut merupakan sumbangan dari para fans Dewi Sandra.

Acara semacam ini telah terselenggara di Jakarta. Jogja sendiri merupakan kota kedua yang nanti akan diikuti Kota Medan dan satu kota lagi yang masih dirahasiakan.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut, Dewi Sandra berbagi cerita dan pengalamannya selama menjadi artis dan pengalaman berhijabnya. Ia sendiri menyadari saat ini masih terus berproses untuk menjadi hijabers sejati.

“Ya meski ada yang masih bilang, kok pakai celana, kok jeans. Ini proses saya menggunakan hijab. Saya akan belajar, siapa tahu dari salah satu orang yang ada di sini,” ungkapnya di depan fansnya

Dalam gathering tersebut ia juga berbagi masukan agar tidak hanya memandang orang dari sisi luar. Meski ia menyadari hal itu masih kerap ia lakukan, tetapi perlahan-lahan ia belajar untuk memahami kecantikan diri seseorang dari tingkah lakunya dan kadakternya.

Leave a Reply