Pilgub Jabar ,Gerindra Mau Usung Kader Sendiri

0
350

Partai Gerindra akan mengutamakan kader partai dalam kontestasi politik setiap pemilu kepala daerah, baik dalam pemilihan gubernur, bupati ataupun wakil bupati disetiap daerah hal ini karena diyakini Partai Gerindra dengan sekamin menguatnya tingkat kepercayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jendral DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani dihadapan kader Partai Gerindra di Kabupaten Majalengka pada acara peringatan ulang tahun partai ke-9 tingkat Jawa Barat sekaligus pengukuhan pengurus partai, di Aula Lapangan Futsal, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Minggu (5/3).

“Arus bawah menginginkan ada kader partai untuk masuk pada kontestasi politik di daerah, baik Cagub maupuan Cabup, oleh karena itu kami berkomitmen mengutamakan kader. Ditambah berbagai survai menyebutkan kepercayaan masyarakat terhadap partai Gerindra semakin menguat, ” ungkap A Muzani.

Kini menurut Muzani, Partai Gerindra, partainya memenangkan 7 pemilihan gubernur pada pemilukada serentak kemarin, dua diantaranya merupakan kader partai gerindra, yakni gubernur Bangka Belitung dan Sulawesi Barat. Lima lainnya merupakan gubernur yang diusung partai.

Pada pemilukada tahun 2018 mendatang, Gerindra juga merencanakan untuk mengusung calon Gubernur Jabar sesuai keinginan dari arus bawah yang menghendaki kadernya maju pada pemilihan gubernur. Dorongan tersebut juga mengkaji hasil Pemilu Presiden yang menunjukan bahwa Prabowo Subianto di Jawa Barat ini mampu mendulang suara hingga 63 persenan.

“Pada pemilu tahun 2008 lalu Partai Gerindra berada diperingkat ke 8, pada pilpres kemarin, Prabowo mendulang suara 63 persen di Jawa Barat. Sekarang arus bawah menghendaki pada pemilukada di Jabar bisa ada kader dari partai maju di Pilgub Jabar, untuk itu saya minta doa nya,” ujar Muzani.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Muzani berahap, diusia partai yang menginjak ke 9 tahun, maka Partai Gerindra harus terus memperjuangkan hak-hak rakyat, serta dapat berkoalisi dengan berbagai partai
Penulis: Agus Tony Poputra, Staf Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado
Editor: Boyke P. Siregar

Leave a Reply