Makna dari Kebebasan dalam kehidupan

0
929

Idnewspaper.com-Kata “bebas” merupakan sebuah kata yang mudah diucap, namun arti dari kata bebas itu sendiri terkadang sulit dipahami. Ada yang mengatakan kata bebas berarti tidak terikat, ada juga yang mendefinisikan bebas sebagai suatu tindakan dan kondisi dimana saya bisa melakukan apa saja yang saya mau.

Kebebasan dari kaca mata liberal dilihat sebagai segala sesuatu tindakan yang dilakukan oleh seorang individu yang tidak mengganggu kebebasan individu lainnya. Peraturan seperti ini terdengar simple, tapi tidak mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Para kritikus yang melihat kebebasan sebagai sesuatu yang subjektif akan mengatakan bahwa pemahaman kebeba-san yang saya pahami belum tentu sama dengan pemahaman kebebasan orang lain.

Memang benar setiap orang di dunia pasti memaknai arti kebebasan secara berbeda. Tapi perlu kita ingat, seperti juga yang ditekankan dalam artikel ini bahwa kebebasan individu itu terbatas ka-rena setiap individu memiliki tanggung jawab sosial terhadap sesama. Dari jaman ke jaman be-berapa nilai yang berasal dari filsuf-filsuf, budaya, dan agama yang berlandaskan moral seperti kebebasan mengutarakan pendapat dan kebebasan untuk memilih diwariskan dari generasi ke generasi. Dan nilai-nilai tersebut menjadi nilai tetap dan tulang punggung dari nilai kebebasan.

Secara umum dasar dari nilai kebebasan yang berlandaskan moral itu bersifat universal dan dengan begitu mengikis subjektivitas pemahaman orang tentang kebebasan. Hal ini tidak membu-at nilai kebebasan menjadi sesuatu yang mutlak, karena turunan-turunan dari pemahaman kebebasan itu berbeda dan berevolusi sesuai perkembangan zaman tanpa melupakan akar inti dari nilai kebebasan itu sendiri. Bahkan seorang Ahmad Dhani pun pernah mengatakan sesuatu yang bijak: Kebenaran hari ini belum tentu kebenaran hari esok. Sama konteksnya dengan turunan-turunan dari nilai kebebasan.

Untuk memvisualisasikan kompleksitas dari nilai kebebasan, kita bisa melihat film-film layar lebar ternama seperti Hunger Games, Divergent, dan The Maze Runner. Film-film ini menunjukkan se-buah karya futuristik sistem sosial yang menganut konsep dsytopia. Dalam suatu tatanan sistem yang bercirikan dystopia; stabilitas, keamanan dan kesetaraan masyarakat diutamakan melalui pemerintahan yang opresif. Untuk meraih kesejahtraan seperti ini kebebasan individu harus dikor-bankan. Istilah seperti freethinking dan pemikiran independen dilarang keras dalam sistem sosial seperti ini. Salah satu cara untuk mengekang hasrat dan cara pikir bebas individu adalah melalui praktek pengkondisian behavioural seperti majikan melatih anjing.

Salah satu penyebab utama transisi dari pemerintahan yang demokratis menuju tata kelola global pemerintahan yang opresif disebabkan oleh benturan kepentingan-kepentingan individu atas sum-ber daya yang terbatas yang menyebabkan konflik. Bisa disimpulkan konflik terjadi karena kebebasan yang berlebihan dan kebebasan yang didasari kepentingan individu semata. Di sisi lain sistem opresif tidak akan bertahan lama karena kebebasan yang ditekan akan mencederai hak kita sebagai manusia dan menyebabkan perselisihan dalam sistem sosial.

Maka dari itu harus ditemukan keseimbangan yang tepat dalam merumuskan konsep kebebasan. Pemikir-pemikir liberal klasik seperti Richard D. North dan Isaiah Berlin telah menunjukan arah bagaimana memahami konsep kebebasan yang masuk akal dan berkelanjutan. Disamping itu para pemikir tersebut menerangkan komponen-komponen dari nilai kebebasan secara rinci dan mem-berikan gambaran hubungan antara kebebasan dengan aspek-aspek sosial secara konstruktif yang membuat seorang individu merenungkan sekali lagi makna dari kebebasan sejati.

Penulis : Inggo Batavia Hauter

Editor : Idnewspaperteam

Leave a Reply